Deforestasi yang terjadi di Indonesia beberapa tahun terakhir beserta dampak bagi lingkungan sekitar.

Deforestasi yang terjadi di Indonesia semakin meningkat dan menyebabkan banyaknya ekosistem yang rusak.

Deforestasi kini sudah bukanlah menjadi hal yang tabu bagi kehidupan lingkungan di Indonesia pada masa kini. Banyak sekali kejadian demi kejadian deforestasi yang terus terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Padahal dahulunya Indonesia merupakan negara pemilik hutan hujan tropis yang cukup baik di dunia. Namun pada tahun 2012 Indonesia menjadi negara terbesar ke 6 yang menyumbang gas CO² didunia dengan total ±1,98miliyar hektar. Mengapa Indonesia dapat masuk menjadi negara terbesar penyumbang gas CO² di dunia ? Itu semua dikarenakan oleh adanya deforestasi dan degradasi hutan alam yang sangat sering terjadi di Indonesia.

Di tahun 2009-2013 Indonesia sudah kehilangan 1,13jt hektar hutan alam, dan ini terus menerus terjadi hingga saat ini. Data terbarunya sisa hutan alam di Indonesia sudah kurang dari 8jt hektar dan akan terus berkurang terus menerus jika negara kita masih tetap tidak memiliki tindakan apa apa akan deforestasi dan degradasi lahan ini.

Ada beberapa faktor utama penyebab deforestasi pada lahan hutan, yaitu :
a. banyaknya pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit
b. pembukaan lahan untuk hutan tanaman industri
c. pembukaan lahan untuk aktivitas pertambangan.

Mirisnya, 72% dari aktivitas deforestasi sudah diberi perizinan oleh kepemerintahan di Indonesia, dan banyak juga di temukan kebijakan daerah yang membiarkan hutan alam didaerah mereka tergusur secara begitu saja hanya karena memikirkan aspek perekonomian semata, terutama dalam sektor perkebunan kelapa sawit. Indonesia menjadi salah satu negara dengan perkebunan kelapa sawit terbesar didunia, dengan total luas lahan ±15,7jt hektar dan 10jt hektar diantaranya dikelola oleh perusahaan swasta, sedangkan yang dikelola oleh BUMN hanya sekitar 500rb hektar saja.
Dan akibat buruk dari banyaknya pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit ini adalah banyaknya terjadi kebakaran hutan yang mencapai 2,6jt hektar yg diperkirakan sampai awal tahun 2016.

Jika kita lihat data-data tersebut bukankan sudah banyak sekali kerugian yang didapatkan Indonesia hanya karena deforestasi semata. Lantas mengapa masih ada saja kebijakan pemerintah daerah dan pusat yang memberikan izin untuk menebangi hutan begitu saja hanya karna mementingkan aspek perekonomian ? Bukankah justru inilah faktor yang membuat Indonesia semakin ketelimpungan yang dikarenakan banyaknya hasil ekspor kelapa sawit itu tidak sebanding dengan pemasukan negara. Banyak perusahaan swasta atau pihak pengelola perkebunan yang bermasalah bahkan lepas tangan dari biaya pajak perkebunan dan membuat Indonesia semakin merugi.

Dari ringkasan data diatas kita dapat simpulkan bahwasannya Indonesia bukan hanya merugi 1 hal saja namun merugi 2 hal dalam masalah deforestasi ini.
Yang pertama : Indonesia merugi karena penghasilan negara tidak sepadan dengan banyaknya pendapat yg didapatkan oleh para pemilik perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Yang kedua : Indonesia juga menjadi kehilangan banyak sekali hutan alam yang dimana kita semua tahu, hutan alam sangatlah penting untuk kehidupan mahluk hidup mulai dari habitat hewan, penopang tanah hingga tidak terjadi longsor dan juga bahkan penghasil terbesar oksigen yang jelas jelas selalu dibutuhkan manusia untuk bernafas setiap detiknya.

Sudah sepatutnya negara, petinggi negara dan seluruh warga negaranya menjaga alam serta kelestariannya bukan mengeksploitasi atau bahkan merusaknya. Maka dari itu pesan saya dalam blog kali ini marilah kita bersama menjaga kelestarian alam bumi pertiwi kita ini agar dapat diwariskan untuk para generasi selanjutnya di hari nanti.

#Nurul Fitri Bachria Sa’adah ( 14 /05/2019)

Diterbitkan oleh Fitri Bachria

Hanya seorang mahasiswa pendidikan geografi di salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Jakarta. Hanya manusia biasa, bukan manusia spesial apalagi sempurna.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai